Selasa, 27 November 2012

Dampak Buruk Kontrasepsi Hormonal

Kontrasepsi Hormonal adalah pencegah kehamilan yang mengandung preparat estrogen dan progesteron. Berdasarkan jenis dan cara pemakaiannya, alat kontrasepsi terbagi menjadi tiga jenis, yaitu kontrasepsi suntikan, kontrasepsi oral (pil), dan kontrasepsi implant.
Banyak orang yang menganggap kontrasepsi adalah cara terbaik untuk menghentikan pembuahan pada rahim. Namun banyak sekali kerugian yang akan ditimbulkan dalam penggunaan kontrasepsi ini. Kontrasepsi membuat perubahan hormon yang besar, sehingga dapat menimbulkan beberapa gejala yang mengganggu seperti pusing, bintik-bintik pada kulit, gemuk, dan alergi.
Jika Anda bisa membayangkan, coba bayangkan darah kotor haid yang seharusnya keluar dari dalam tubuh dengan kontrasepsi haid bisa terhenti dan tidak keluar. Inilah penyebab berbagai gejala buruk yang timbul karena perubahan hormon secara paksa oleh Kontrasepsi.
Beberapa Ibu yang tidak mengetahui akan terus menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan, namun ini berbahaya bagi kesehatannya. Jika kontrasepsi ini dihentikan, pada beberapa kasus akan terjadi pendarahan yang tak bisa dihentikan.

Dampak Buruk Penggunaan Kontrasepsi

Kontrasepsi yang pertama adalah suntikan. Dampak yang pertama adalah pendarahan yang tak menentu, hal ini sangat membahayakan dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Kemudian terjadinya Amenorhoe yang berkepanjangan. Bertambahnya berat badan adalah salah satu hal yang sangat mengerikan bagi wanita, jika menggunakan kontrasepsi suntik, hal ini bisa terjadi. Sakit kepala yang tiba-tiba akan sangat menganggu aktivitas Anda, sakit kepala ini dihasilkan dari kontrasepsi suntik yang dilakukan.
Jika Anda ingin kembali subur dengan menghentikan kontrasepsi suntik, kesuburan akan terlambat beberapa bulan dari pemberhentian pemberian suntikan. Pemberian kontrasepsi ini harus diberikan oleh orang professional, jika tidak ini akan sangat berbahaya bagi anda. Menimbulkan rasa sakit akibat suntikan dan memerlukan biaya yang cukup tinggi. Kontrasepsi hormonal ini menyebabkan beberapa efek yang mungkin akan mengganggu Anda.
Kontrasepsi Oral adalah kontrasepsi yang berbentuk tablet untuk wanita. Biasanya tablet ini harus diminum setiap hari. Tablet ini mengandung hormon estrogen dan progesteron yang bisa mencegah kehamilan. Efek samping penggunaan tablet kontrasepsi ini adalah timbulnya jerawat pada wajah. Perubahan hormon yang disebabkan oleh tablet membuat jerawat bermunculan dan ini pasti sangat menganggu penampilan Anda.
Nyeri payudara juga akan Anda rasakan, bahkan bisa menimbulkan kanker payudara jika Anda mengkonsumsi tablet kontrasepsi ini. Selain jerawat, efek buruk yang mengubah penampilan dengan mengkonsumsi obat ini adalah penambahan berat badan. Dampak lain yang ditimbulkan adalah darah tinggi.
Kontrasepsi yang terakhir adalah Implant. Efek sampingnya yaitu pengeluaran implant tidak boleh sembarangan dan harus dilakukan oleh orang yang sudah terlatih. Petugas medis yang melakukan pengangkatan pun harus melakukan praktek dan latihan. Kontrasepsi ini lebih mahal daripada kontrasepsi lainnya. Kemudian sering timbul pola haid yang tidak teratur.

Bagaimana Kontrasepsi yang Baik?

Untuk mencegah kehamilan yang baik, Anda bisa menggunakan sistem kalender dengan mengetahui masa subur. Kini banyak sekali situs yang menyediakan kalender digital yang bisa di download untuk mengetahui masa subur Anda. Jika Anda tidak ingin hamil, maka hubungan sex dilakukan ketika Anda sedang tidak dalam keadaan subur. Hal ini termasuk cara mencegah kehamilan yang sangat murah.
Kontrasepsi hormonal dapat memperburuk kesehatan dan membuang uang Anda. Lakukanlah cara yang terbaik, tidak mengganggu kesehatan dan tidak merugikan Anda. Buruknya efek kontrasepsi sebaiknya diketahui sebelum menggunakannya. Penggunaan kalender dan mengenali lendir kesuburan pada vagina adalah kontrasepsi alami yang tidak menimbulkan efek samping mengerikan. Anda bebas memilih apa yang dibutuhkan, namun sebaiknya pilihlah hal yang terbaik untuk menjaga kesehatan Anda. Kesehatan itu sangat berharga.

Cukup amankah menunda kehamilan tanpa alat kontrasepsi? Bagi pasangan yang merasa anak yang dimiliki sudah cukup atau mungkin ingin memberikan jarak untuk kelahiran anak berikutnya, penggunaan kontrasepsi merupakan keharusan. Lain halnya bagi pasangan yang tidak ingin repot memakai kontrasepsi atau mungkin khawatir dengan efek samping yang ditimbulkannya, cara alternatif mencegah kehamilan tanpa alat kontrasepsi dapat digunakan. Namun seringnya cara ini memiliki resiko kegagalan yang tinggi dan memerlukan keahlian tersendiri.

Cara Menunda Kehamilan Tanpa Alat Kontrasepsi  Dengan Metode Pantang Berkala

Metode ini pada dasarnya dilakukan dengan membatasi aktivitas seksual hanya pada saat anda tidak pada masa subur. Cara ini hanya bisa dilakukan apabila anda memiliki siklus haid teratur, di luar ketentuan ini maka resiko kegagalan yang didapat menjadi cukup tinggi. Beberapa cara untuk mengetahui masa subur diantaranya adalah:
  • Metode Suhu Basal. Metode untuk mengetahui masa subur ini dilakukan dengan cara mengukur suhu tubuh istri secara berkala. Suhu tubuh diukur setiap pagi dan dicatat, apabila suhu tubuh naik satu atau satu setengah derajat celcius itu merupakan pertanda masa ovulasi yaitu adanya pengeluaran sel telur matang dari ovarium. Suhu standar biasanya berkisar antara 36 derajat Celcius.
  • Metode Lendir Rahim. Cara mengetahui masa subur ini dilakukan dengan memperhatikan karakteristik lendir dari leher rahim. Namun cara ini lebih sulit dan memerlukan keahlian sehingga akan lebih baik jika berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui bagaimana melakukan metode ini dengan tepat.
  • Metode Kalender. Metode kalender ini sangat menggantungkan pada siklus haid yang teratur. Oleh karena itu pastikan Anda memiliki siklus haid yang teratur. Masa ovulasi atau masa subur biasanya datang kira-kira 14 hari setelah hari pertama haid, untuk Anda dengan masa siklus haid 28 hari. Mengingat masa hidup sel telur 2 sampai 3 hari dan masa hidup sel sperma di dalam rahim antara 2 sampai 5 hari maka ada baiknya menghindari 5 hari sebelum tanggal tersebut dan 3 hari sesudah tanggal tersebut.

Menunda Kehamilan Dengan Metode Hubungan Seksual Terputus

Metode ini cukup sederhana yaitu dengan cara menghalangi bertemunya sel telur dan sel sperma. Hal ini dilakukan dengan cara mengeluarkan sel sperma di luar rahim. Cara ini memiliki tingkat kegagalan yang cukup tinggi karena suami yang sulit menahan keluarnya sel sperma. Selain itu cara ini banyak dianggap mengurangi kenikmatan dalam berhubungan seksual.
Menunda atau mencegah kehamilan dengan memakai alat kontrasepsi memiliki resiko kegagalan, namun jika dilakukan tanpa alat kontrasepsi resiko kegagalannya jauh lebih tinggi, karena diperlukan keahlian dan pengetahuan. Namun di satu sisi cara menunda kehamilan tanpa alat kontrasepsi ini lebih natural dan tanpa efek samping.





0 komentar:

Posting Komentar

 

Bersama Aisyah'91 © 2008. Template Design By: SkinCorner