Kontrasepsi Hormonal adalah pencegah kehamilan yang mengandung
preparat estrogen dan progesteron. Berdasarkan jenis dan cara
pemakaiannya, alat kontrasepsi terbagi menjadi tiga jenis, yaitu
kontrasepsi suntikan, kontrasepsi oral (pil), dan kontrasepsi implant.
Banyak orang yang menganggap kontrasepsi adalah cara terbaik untuk
menghentikan pembuahan pada rahim. Namun banyak sekali kerugian yang
akan ditimbulkan dalam penggunaan kontrasepsi ini. Kontrasepsi membuat
perubahan hormon yang besar, sehingga dapat menimbulkan beberapa gejala
yang mengganggu seperti pusing, bintik-bintik pada kulit, gemuk, dan
alergi.
Jika Anda bisa membayangkan, coba bayangkan darah kotor haid yang
seharusnya keluar dari dalam tubuh dengan kontrasepsi haid bisa terhenti
dan tidak keluar. Inilah penyebab berbagai gejala buruk yang timbul karena perubahan hormon secara paksa oleh Kontrasepsi.
Beberapa Ibu yang tidak mengetahui akan terus menggunakan alat
kontrasepsi untuk mencegah kehamilan, namun ini berbahaya bagi
kesehatannya. Jika kontrasepsi ini dihentikan, pada beberapa kasus akan
terjadi pendarahan yang tak bisa dihentikan.
Dampak Buruk Penggunaan Kontrasepsi
Kontrasepsi yang pertama adalah suntikan. Dampak yang pertama adalah
pendarahan yang tak menentu, hal ini sangat membahayakan dan harus
segera dibawa ke rumah sakit. Kemudian terjadinya Amenorhoe yang
berkepanjangan. Bertambahnya berat badan adalah salah satu hal yang
sangat mengerikan bagi wanita, jika menggunakan kontrasepsi suntik, hal
ini bisa terjadi. Sakit kepala yang tiba-tiba akan sangat menganggu
aktivitas Anda, sakit kepala ini dihasilkan dari kontrasepsi suntik yang
dilakukan.
Jika Anda ingin kembali subur dengan menghentikan kontrasepsi suntik,
kesuburan akan terlambat beberapa bulan dari pemberhentian pemberian
suntikan. Pemberian kontrasepsi ini harus diberikan oleh orang
professional, jika tidak ini akan sangat berbahaya bagi anda.
Menimbulkan rasa sakit akibat suntikan dan memerlukan biaya yang cukup
tinggi. Kontrasepsi hormonal ini menyebabkan beberapa efek yang mungkin
akan mengganggu Anda.
Nyeri payudara juga akan Anda rasakan, bahkan bisa menimbulkan kanker
payudara jika Anda mengkonsumsi tablet kontrasepsi ini. Selain jerawat,
efek buruk yang mengubah penampilan dengan mengkonsumsi obat ini adalah
penambahan berat badan. Dampak lain yang ditimbulkan adalah darah
tinggi.
Kontrasepsi yang terakhir adalah Implant. Efek sampingnya yaitu
pengeluaran implant tidak boleh sembarangan dan harus dilakukan oleh
orang yang sudah terlatih. Petugas medis yang melakukan pengangkatan pun
harus melakukan praktek dan latihan. Kontrasepsi ini lebih mahal
daripada kontrasepsi lainnya. Kemudian sering timbul pola haid yang
tidak teratur.
Bagaimana Kontrasepsi yang Baik?
Untuk mencegah kehamilan yang baik, Anda bisa menggunakan sistem
kalender dengan mengetahui masa subur. Kini banyak sekali situs yang
menyediakan kalender digital yang bisa di download untuk mengetahui masa
subur Anda. Jika Anda tidak ingin hamil, maka hubungan sex dilakukan
ketika Anda sedang tidak dalam keadaan subur. Hal ini termasuk cara
mencegah kehamilan yang sangat murah.
Kontrasepsi hormonal dapat memperburuk kesehatan dan membuang uang
Anda. Lakukanlah cara yang terbaik, tidak mengganggu kesehatan dan tidak
merugikan Anda. Buruknya efek kontrasepsi sebaiknya diketahui sebelum
menggunakannya. Penggunaan kalender dan mengenali lendir kesuburan pada
vagina adalah kontrasepsi alami yang tidak menimbulkan efek samping
mengerikan. Anda bebas memilih apa yang dibutuhkan, namun sebaiknya
pilihlah hal yang terbaik untuk menjaga kesehatan Anda. Kesehatan itu
sangat berharga.
Cukup amankah menunda kehamilan tanpa alat kontrasepsi? Bagi pasangan
yang merasa anak yang dimiliki sudah cukup atau mungkin ingin
memberikan jarak untuk kelahiran anak berikutnya, penggunaan kontrasepsi
merupakan keharusan. Lain halnya bagi pasangan yang tidak ingin repot
memakai kontrasepsi atau mungkin khawatir dengan efek samping yang
ditimbulkannya, cara alternatif mencegah kehamilan tanpa alat
kontrasepsi dapat digunakan. Namun seringnya cara ini memiliki resiko
kegagalan yang tinggi dan memerlukan keahlian tersendiri.
Cara Menunda Kehamilan Tanpa Alat Kontrasepsi Dengan Metode Pantang Berkala
Metode ini pada dasarnya dilakukan dengan membatasi aktivitas seksual
hanya pada saat anda tidak pada masa subur. Cara ini hanya bisa
dilakukan apabila anda memiliki siklus haid teratur, di luar ketentuan
ini maka resiko kegagalan yang didapat menjadi cukup tinggi. Beberapa
cara untuk mengetahui masa subur diantaranya adalah:
- Metode Suhu Basal. Metode untuk mengetahui masa subur ini dilakukan dengan cara mengukur suhu tubuh istri secara berkala. Suhu tubuh diukur setiap pagi dan dicatat, apabila suhu tubuh naik satu atau satu setengah derajat celcius itu merupakan pertanda masa ovulasi yaitu adanya pengeluaran sel telur matang dari ovarium. Suhu standar biasanya berkisar antara 36 derajat Celcius.
- Metode Lendir Rahim. Cara mengetahui masa subur ini dilakukan dengan memperhatikan karakteristik lendir dari leher rahim. Namun cara ini lebih sulit dan memerlukan keahlian sehingga akan lebih baik jika berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui bagaimana melakukan metode ini dengan tepat.
- Metode Kalender. Metode kalender ini sangat menggantungkan pada siklus haid yang teratur. Oleh karena itu pastikan Anda memiliki siklus haid yang teratur. Masa ovulasi atau masa subur biasanya datang kira-kira 14 hari setelah hari pertama haid, untuk Anda dengan masa siklus haid 28 hari. Mengingat masa hidup sel telur 2 sampai 3 hari dan masa hidup sel sperma di dalam rahim antara 2 sampai 5 hari maka ada baiknya menghindari 5 hari sebelum tanggal tersebut dan 3 hari sesudah tanggal tersebut.
Menunda Kehamilan Dengan Metode Hubungan Seksual Terputus
Menunda atau mencegah kehamilan dengan memakai alat kontrasepsi
memiliki resiko kegagalan, namun jika dilakukan tanpa alat kontrasepsi
resiko kegagalannya jauh lebih tinggi, karena diperlukan keahlian dan
pengetahuan. Namun di satu sisi cara menunda kehamilan tanpa alat
kontrasepsi ini lebih natural dan tanpa efek samping.
0 komentar:
Posting Komentar